Capture this.
Aku berdiri
dengan cepolan rambut yang cukup tinggi, berdiri dengan seadanya diri ke arah
matahari yang melukiskan langit berwarna. Gradasi biru dari yang biru gelap
hingga biru cerah yang tercampur warna sinar kekuningan, dan apalagi awan-awan
yang mengambang entah dengan goresan-goresan seakan tersapu atau yang mengumpul
dengan bentuk seperti domba-domba yang terbang bergerak pelan ke arah sang
matahari yang perlahan meninggalkan hari itu. Itu baru saja langit yang
dikuasai-Nya.
Bangunan
sekitar rumah yang semakin meninggi, membuat siluet gelap tersamar segitiga
sebagai atap tetangga sebelah, atau garis rata gambaran tembok keliling rumah
yang aku tempati. Tanaman di tanah lapang yang berwarna hijau seakan menggelap,
ya, sinar yang memberi mereka kekuatan fotosintesis all day long mulai pergi,
for tomorrow. Tanah lapang seadanya, the simple of joy from God.
I’m the
modern Eep. I saw that beautiful light for the last time, and said to myself,
“Please, come back tomorrow.”
-film The Croods (00:46:09 – 00:47:27)
Guy akan menceritakan sebuah cerita untuk
keluarga Croods malam itu, dengan Grug, sang ayah, yang tidak menyukainya. Guy
memulai cerita, “Once upon a time, there was a beautiful tiger. She lived in
a cave with the rest of her family. Her father and mother told her, ‘you might
go anywhere you want, but never go near the cliff for you could fall,’.”
“And DIE!” ketus Grug dengan muka masamnya.
“…good story.” Guy meneruskan ceritanya, tanpa peduli dengan Grug. “But no one
who’s looking, she go near the cliff. And the closer she can in the edge, the
more she can hear, the more she can see, the more she can feel. Finally, she
stood at the very edge she saw light, she try how to touch it, … and she
slipped.”
“And she FELL!” ketus Grug lagi, yang tidak dipedulikan semua orang.
“And she flew, ” Guy membentangkan tangannya, meyakinkan penceritaannya.
“Where is she fly?” Thunk bertanya penasaran karena ketertarikannya.
“Tomorrow.”
“Tomorrow?” tanya Eep yang masih terpesona.
“A place with more sun in the sky that
you can held,” lanjut Guy.
“It will be so bright,” Thunk berimajinasi terbang entah kemana.
“A place not like today or yesterday. A
place where things are better, …I’ve seen.
That’s where I’m goin’.” Guy
mengakhiri cerita untuk malam itu.