“…Punya waktu
banyak sekali. Tapi itulah inti sesungguhnya kafe Eropa : benar-benar terlalu banyak membuang waktu
tanpa rasa bersalah…”
Mungkin
dah umum, kita tahu kalo Negara Kincir Angin ini melegalkan yang namanya mariyuana
dan agak nggak sungkan buat memajang alat-alat yang begonoan secara terbuka.
Tapi seperti negara Eropa lain, café dan restoran di Belanda sangat
mengutamakan kenyamanan, wah, nyesap kopi di Belanda gimana rasanya ya?
Ruut
Veenhoven, profesor peneliti kebahagiaan, mengumpulkan data untuk mengukur
kebahagiaan. Padahal kebahagiaan sendiri adalah perasaan. Terus piye?
Ajukan
aja pertanyaan, “secara umum, seberapa bahagiakan Anda hari ini?” dan mungkin
bisa dijabarkan dengan angka, kayak angka berapa yang kira-kira bisa jadi
ukuran. Cara yang sederhana dan efektif, walaupun keliatane mencolok.wkwk
Kalo
secara per individual mungkin hmm cukup gampang dibanding nentuin : dimana kita
bisa bahagia, dan mengapa bisa bahagia? Nah lho.
Dan
Belanda menjadi negara yang negara yang konsisten mencetak nilai tinggi pada
skala kebahagiaan, setidaknya nyaris menjadi nomor satu. Trus apa yang buat
Belanda jadi punya skala tinggi?
Toleransi.
Dan wujud toleransi dalam keseharian menurut penulis, ada tiga, yaitu : narkoba,
prostitusi, dan bersepeda. Semua legal di Belanda.
Narkoba.
Seperti yang kita tahu, dilarang keras di Indonesia. Tapi di Belanda, sering
juga ditemui di tempat semacam kedai kopi tapi terkesan remang-remang, mungkin
‘kedai kopi’ jadi nama yang agak lebih sopan daripada ‘kedai remang-remang
narkoba’. Memilih kedai kopi kayaknya harus pilih-pilih banget, takut masuk ke
kedai narkoba. Wew. Dan hati-hati banget yaa sama Drugs Addict karena di sana para pencandu bisa aja ngelakuin hal
nekat buat memeras, agar nafsu untuk memenuhi hawa candunya terobati. Baca
MSS-nya Bang Radith coba, Bang Radith sempet dikira Drugs Addict pas membuntuti mahasiswa Uthrect University, padahal
cuma pengen tahu stasiun bawah tanah dimana. wkwk
Prostitusi.
Hal ini juga legal, cuy. Aku pernah baca di MSS-nya Bang Raditya Dika, kalo di
Belanda dilegalin yang namanya pernikahan sesame jenis. Dan kayaknya PSK di
sana banyak deh. Brr.
Bersepeda.
Ini juga legal banget di Indonesia. Tapi jumlah pengendara sepeda di Belanda,
jumlahnya banyak banget. Kemarin sempet liat liputan juga kalo di Belanda, BBM
tuh mahal banget. Harga BBM di Indonesia belum ada apa-apanya. Mungkin
pemikiran masyarakat Belanda, selain bikin sehat, sepeda juga hemat, wah, perlu
dicontoh tuh. Balik lagi, saking banyaknya pengendara sepeda, ada juga
penyewaan sepeda di beberapa spot di Belanda, lupa juga kotanya mana,
penyewaannya pake sistem GPS. Keren. Keamanan dengan GPS itu juga perlu
menurutku, cos pencurian sepeda juga banyak, pencurian itu juga bisa dilakuin
sama Drugs Addict juga. Hati-hati ya
jalan-jalan bawa sepeda di Belanda.
Di
bukunya, mungkin lebih rinci lagi tentang database
kebahagiaan, tentang Belanda dan tabiatnya, tentang Belanda yang baik dan
buruknya, banyak deh. Bukunya recommended
pokoknya.
