Senin, 23 April 2012

Belanda. Kebahagiaan adalah Angka


“…Punya waktu banyak sekali. Tapi itulah inti sesungguhnya kafe Eropa :  benar-benar terlalu banyak membuang waktu tanpa rasa bersalah…”

Mungkin dah umum, kita tahu kalo Negara Kincir Angin ini melegalkan yang namanya mariyuana dan agak nggak sungkan buat memajang alat-alat yang begonoan secara terbuka. Tapi seperti negara Eropa lain, café dan restoran di Belanda sangat mengutamakan kenyamanan, wah, nyesap kopi di Belanda gimana rasanya ya?

Ruut Veenhoven, profesor peneliti kebahagiaan, mengumpulkan data untuk mengukur kebahagiaan. Padahal kebahagiaan sendiri adalah perasaan. Terus piye?

Ajukan aja pertanyaan, “secara umum, seberapa bahagiakan Anda hari ini?” dan mungkin bisa dijabarkan dengan angka, kayak angka berapa yang kira-kira bisa jadi ukuran. Cara yang sederhana dan efektif, walaupun keliatane mencolok.wkwk

Kalo secara per individual mungkin hmm cukup gampang dibanding nentuin : dimana kita bisa bahagia, dan mengapa bisa bahagia? Nah lho.

Dan Belanda menjadi negara yang negara yang konsisten mencetak nilai tinggi pada skala kebahagiaan, setidaknya nyaris menjadi nomor satu. Trus apa yang buat Belanda jadi punya skala tinggi?
Toleransi. Dan wujud toleransi dalam keseharian menurut penulis, ada tiga, yaitu : narkoba, prostitusi, dan bersepeda. Semua legal di Belanda.

Narkoba. Seperti yang kita tahu, dilarang keras di Indonesia. Tapi di Belanda, sering juga ditemui di tempat semacam kedai kopi tapi terkesan remang-remang, mungkin ‘kedai kopi’ jadi nama yang agak lebih sopan daripada ‘kedai remang-remang narkoba’. Memilih kedai kopi kayaknya harus pilih-pilih banget, takut masuk ke kedai narkoba. Wew. Dan hati-hati banget yaa sama Drugs Addict karena di sana para pencandu bisa aja ngelakuin hal nekat buat memeras, agar nafsu untuk memenuhi hawa candunya terobati. Baca MSS-nya Bang Radith coba, Bang Radith sempet dikira Drugs Addict pas membuntuti mahasiswa Uthrect University, padahal cuma pengen tahu stasiun bawah tanah dimana. wkwk

Prostitusi. Hal ini juga legal, cuy. Aku pernah baca di MSS-nya Bang Raditya Dika, kalo di Belanda dilegalin yang namanya pernikahan sesame jenis. Dan kayaknya PSK di sana banyak deh. Brr.

Bersepeda. Ini juga legal banget di Indonesia. Tapi jumlah pengendara sepeda di Belanda, jumlahnya banyak banget. Kemarin sempet liat liputan juga kalo di Belanda, BBM tuh mahal banget. Harga BBM di Indonesia belum ada apa-apanya. Mungkin pemikiran masyarakat Belanda, selain bikin sehat, sepeda juga hemat, wah, perlu dicontoh tuh. Balik lagi, saking banyaknya pengendara sepeda, ada juga penyewaan sepeda di beberapa spot di Belanda, lupa juga kotanya mana, penyewaannya pake sistem GPS. Keren. Keamanan dengan GPS itu juga perlu menurutku, cos pencurian sepeda juga banyak, pencurian itu juga bisa dilakuin sama Drugs Addict juga. Hati-hati ya jalan-jalan bawa sepeda di Belanda.

Di bukunya, mungkin lebih rinci lagi tentang database kebahagiaan, tentang Belanda dan tabiatnya, tentang Belanda yang baik dan buruknya, banyak deh. Bukunya recommended pokoknya.

dari angka 1-10, angka berapakah yang mewakili kabar Anda hari ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar