Jumat, 02 Agustus 2013

Nzam, you’re just fix me


1 Agustus 2013 10:25 pm

Lights will guide you home. And ignite your bones. And I will try to fix you.

Aku menggeledah tas, dan mengambil beberapa kertas kecil di tas. Bukan sembarang kertas kecil. Serasa kertas itu berubah jadi lembaran emas, yang aku tahu, suatu saat di waktu nanti, aku bakal tersenyum untuk membacanya lagi. Suatu saat, jadi bahan yang menyenangkan untuk mengenang saat menggenggam masa muda kayak gini.

Ya, aku barusan bertemu Gonzam dalam rangka buka bersama. Tentu saja, kenyang. Tentu saja, banyak tawa. Tentu saja, heboh, karena pelopor hebringnya Raras dan saya pendukungnya, haha.

Kami bertemu di sebuah rumah makan jajaran depan rumah sakit DKT, yang makanannya, nyam-nyam enak. Dengan penampilan yang berubah, sedikit maupun banyak, dengan latar sifat masih sama, dengan cerita pendewasaan yang berbeda. Ya, kami sudah dewasa, mereka kata.

Kami jarang bertemu, honestly.

Hanya dengan momen seperti ini, kami menatap satu sama lain, mendengar cerita kejadian di luar kehidupan masing-masing, merasakan pengalaman yang dialami orang di luar diri kami sendiri. Yoka dengan cerita kehidupannya yang berubah dengan adanya orang baru yang datang, Tika dengan cerita yang cukup mengejutkan tentang kakaknya, Raras dengan curahan tangisan sekalinya yang bikin sesak, seorang Diah yang membuat sebuah bucket bunga untuk Ibunya tercinta, Lisa yang membuat mata saya berair, dan Ulfi yang mencetuskan permainan dengan lembaran biasa menjadi emas. Ah, that was our quality time, guys, kapan mau lagi?

Ah, lagi berasa so sweet nih.

Kata-kata mereka, berasa mereka akan ada di belakangku. Memegang pundakku buat jadi lebih baik, dan jadi lebih. Jodoh, mereka tak lupa menyinggungnya. Haha, Allah knows best, guys.

Dan untuk kritik klise kalian, huhu, volumeku masih saja out loud. Oh dear, trust me, I’ll try.

Mungkin kalau Tyas ikut, bakal lebih asik.

Sekarang lagi muterin lagu Fix You – Coldplay, entah, pertama dengar lagu ini, aku nggak suka. Tapi, sekarang yang lagi hafal dikit liriknya, jadi lebih sering nyanyiinnya dalam hati, dan jadi pemecah keheningan pikiran. Di reff-nya aja, “Lights will guide you home. And ignite your bones. And I will try to fix you. Aku tahu, itu Gonzam.
Nzam, kita sampai nenek-nenek ya, aamiin.


Lego, dan Tentang The Bad of Ekspektasi Wagu


Malam aneh. Ketika selimut sudah ditarik, lampu padam, dan hanya perlu mencoba tidur, tetapi malah sekarang mengetik kata-kata yang bakal dilepas begitu saja. Keinginan kuat memutar lagu milik Ed Sheeran – Lego House, hanya lagu itu dan diputar-putar. Parah banget mellownya.

July 31, 2013 10:39 pm

Pasang headset dan cuma suara Ed Sheeran yang memutar di Winamp kayak roll on. Tapi bukan itu intinya.
Ini tentang kata diri, komitmen, dan sesuatu yang disadari ternyata sulit, adalah perubahan.

Ini mungkin agak serius, yang sudah bosan mungkin bisa tekan Alt+F4.

Seperti postingan sebelumnya, ekspektasiku hari-hari libur ini tentang seorang soulmate. Ah, agak malu bahasnya. Mungkin memang didukung usia yang kian menyekik seiring waktu berjalan. Ah, atau mungkin karena kedewasaan yang berkembang. Hm, atau karena hanya sebuah emosi yang punya kebahagiaan sementara. Yang terakhir, kemungkinannya lebih besar kali yak.

Perbincangan tentang ekspektasi itu bukan sebatas aku dan segala pemikiran yang mondar-mandir di otak saja, tetapi juga sebagai bahan perbincangan dengan lisa, ulfi, ajang, ratna, dan lainnya. Berarti tidak ada yang salah dengan aku, I thought I’m normal.

Pohaci yang Bertransformasi. Ya, maksudku tentang memantaskan diri itu.

Mungkin memang perubahan (maksudnya : melakukan proses memantaskan diri) itu dipikir negatif, itu nggak gampang. Perubahan ada dua berdasar dari bagian objeknya, perbuhan outside dan inside :

Tentang outside. Mungkin pikiran yang terlintas ketika kita melihat pantulan bayangan kita seluruh badan di cermin, “hm, emang apa lagi sih yang harus diperbaiki?” pertanyaan itu yang mungkin keluar. Kata-kata agak sombong dan narsis mungkin tercetus, “udah cantik kok, udah bersih kok, udah kece kok, apa lagi sih?” tapi padahal banyak orang yang kadang masih underestimate sama orang lain. Nah, ini peran orang lain buat kasih saran, kritik, dan solusi ke orang yang ingin berubah itu.

Tapi yang namanya orang lain, pasti ada rasa pekewuh buat bilang. Yang nggak enak, yang nggak didengerinlah, yang dicuekinlah, yang takut dijauhinlah. Iya sih, orang itu berbeda, ada yang mau dikritik, ada yang nggak. Catetan buat orang yang mau kritik, liat orang yang mau dikritik, kalo mau kritik orang, coba aja kritik hal kecil aja. Kalo seumpama hal kecil aja (yang otomatis buat kebaikan dia) nggak dia lakuin, STOP, jangan kritik dengan hal yang sedang bahkan yang hal besar. *berdasar pengalaman, karena ditakutkan mendapatkan sanksi moral yang tidak enak. Dan maaf untuk para korban kritikan saya, saya hanya mencoba membantu dan maaf kalau cukup menohok.

Memperbaiki outside, minta kritik, pendapat, dan solusi. insyaAllah, masih ada orang peduli di luar sana buat kamu yang lebih baik, eciyeh. Yang paling utama, jaga kebersihan. *kayak kasih warning ke diri sendiri aja nih*

Tentang inside, ini nih yang kudu benar-benar menurutku tentang batin. Dan agama mempengaruhi juga. Karena agama adalah bahasan yang terlalu sensitif, jadi saya pikir, mending tidak dibahas jauh *peace*
Perempuan baik, untuk lelaki baik. Perempuan baik, untuk lelaki baik. Perempuan baik, untuk lelaki baik. *berlaku sebaliknya*

Semoga yang pada punya niat baik untuk berubah, dimudahkan sebatas itu masih batas wajar (sesuai keyakinan masing-masing) dan mendapat ridha-Nya. Apa sih yang lebih mulia daripada ridha dari-Nya? Yuh, muhasabah diri dan senantiasa berkhusnudzan, karena pasti (pasti dan pasti), Dia memberikan rencana paling keren buat kita kalo kita mau berusaha dalam lingkup kebaikan niat dan berdoa dalam iringan perjuangan. Hamazah!!!

Ditulis untuk menghibur diri *hehe*

Pohaci yang Bertransformasi (?)


Jadi pagi ini, 10:01 am, July 27 2013, aku barusan baca buku Lutung Kasarung dan Purbasari. Cerita klise anak Indonesia menurutku, karena siapa yang belum tahu ceritanya? I recommend to read that. Cerita tentang Kerajaan Pasir Batang dengan Rajanya bernama Prabu Tapa Agung yang menurunkan tahtanya kepada salah satu putrinya, dengan intrik kegalauannya antara putri sulungnya, Purbararang atau putri bungsunya, Purbasari. Bukan hal tidak bisa ditebak bila akhirnya happy ending.
Ada scene cerita yang cukup mengena, dan bersinggungan dengan buku #UdahPutusinAja milik Felix Siauw. Bagian yang mana?

Ketika Purbasari yang disiksa oleh Purbararang, saudarinya sendiri yang menjadi Ratu Sementara di Kerajaan Pasir Batang (sementara yang dimaksud untuk menunggu Ratu sesungguhnya, Purbasari, beranjak dewasa dan matang dalam memerintah kerajaan). Purbasari yang diberi lulur boreh yang menyebabkan Purbasari berkulit legam, dan dibuang ke dalam hutan angker, Sanggadunya.
“Tak jauh dari hutan Sanggadunya, ada gunung yang sangat tinggi. Karena tingginya, puncak gunung itu diliputi awan. Gunung itu seolah menjadi jembatan antara bumi dan Negeri Kahyangan. Di negeri di atas awan itu, hidup para Pohaci dan Bujangga. Mereka adalah makhluk seperti manusia, tapi lebih cantik dan ganteng beberapa kali lipat dibandingkan manusia.
Pohaci adalah sebutan untuk penghuni perempuan Kahyangan dan Bujangga adalah sebutan untuk penghuni lelaki. Orang-orang bumi percaya para Pohaci dan Bujangga memiliki banyak kesaktian.
Kahyangan dipimpin oleh seorang ratu yang disebut Sunan Ambu. Sunan Ambu memiliki beberapa anak, salah satunya adalah Pangeran Guruminda. Guruminda adalah pemuda yang diimpikan semua pohaci di Kahyangan. Ia memiliki hati yang baik, sekaligus penampilan yang sangat mempesona.”

Ekspekstasi pikiranku, hmm, pasti Guruminda nih gantengnya dah dewa. Seganteng-gantengnya laki-laki di Bumi, dan Bujangga itu berapa kali lipatnya dari kegantengan laki-laki di Bumi, dan Guruminda yang paling kece di antara Bujangga. Edyan.

“Namun, akhir-akhir ini Sunan Ambu merasa kehilangan Guruminda. Ia sangat jarang melihatnya di istana Kahyangan.
Tak lama kemudian, Guruminda datang menemui ibunya. Wajahnya sedih dan kepalanya terus menunduk.
“Anakku Guruminda, apa yang sedang kaupikirkan? Mengapa engkau tampak bermuram durja?” tanya Sunan Ambu lembut. Guruminda ingin menjawab, tapi begitu sulit baginya untuk berkata-kata. Ia tetap menunduk.
Sunan Ambu adalah perempuan yang arif, ia segera mengetahui apa yang dirasakan anaknya. Walau tak sepatah kata pun keluar dari bibir Guruminda. “Hmm… Ibu sadar, kini kau telah dewasa. Tentunya kau perlu pendamping. Adakah pohaci cantik yang menarik hatimu? Katakanlah pada Ibu siapa namanya. Ibu akan menolongmu untuk mempertemukan engkau dengannya,” tutur Sunan Ambu. “Guruminda, katakanlah,” desak Sunan Ambu lembut.
“Ibu, saya tidak mau bertemu dengan pohaci mana pun, kecuali yang mempunyai hati secantik ibunda. Dan saya tahu, mencarinya sangat sulit,” tutur Guruminda perlahan, sambil tetap memnunduk.
“Anakku Sayang, sangat mudah bagi kita untuk menemukan pohaci atau gadis cantik. Namun untuk mengetahui kecantikan hati seseorang, kau harus mengenalnya dulu. Mungkin, ibu tahu gadis yang kau cari. Dia ada di bumi. Pergilah kau ke sana. Tidak sebagai Guruminda, tapi kau akan menyamar sebagai seekor lutung. Kini namamu adalah Lutung Kasarung,” kata Sunan Ambu.
“Pergilah anakku, pergilah ke bumi. Kau akan kembali ke wujud semula kalau ada gadis yang mencintaimu walaupun wujudmu seekor lutung. Dialah gadis dengan kecantikan hati yang kau inginkan,” kata Sunan Ambu, lagi.”

Terlalu klise mungkin kita ekspektasi ke orang (manusia) yang rupawan secara physically. Aku belajar dari seseorang, dia tidak perlu orang yang cantik atau ganteng buat ada di sekitaran dia, dia hanya butuh orang yang asik. Ada juga teman yang bilang, kalo kamu mengharapkan orang yang sempurna, selamat! Anda mendapatkan tiket jomblo seumur hidup.

Jadi. WONG KI LANGKA SING SEMPURNA, CUY!

Haha begitu juga jodoh.
Di buku Felix Siauw :  #UdahPutusinAja, bila perempuan untuk jadi kriteria seorang lelaki, mungkin harus berpikiran jauh. Kalo aku seorang muslim, kira-kira muslimah yang seperti apa yang bisa mendampingi aku?
Nah lho. Hukum milik Mba Jilvia muncul, “Perempuan baik, untuk Lelaki yang baik”. Seperti yang terdengar dan terlihat dimana-mana, kita mungkin tidak akan pernah berhenti memperbaiki diri. Memperbaiki diri, yang jelas dan yang utama, yaitu memperbaiki untuk menghadap kepada-Nya suatu saat, dan selanjutnya untuk yang lainnya, termasuk untuk jodoh.
Kata orang, Jodoh itu Rezeki. Jadi, selama jodoh itu belum diberi oleh-Nya, kita punya kesempatan buat memperbaiki “kerusakan-kerusakan” diri, tentunya lahir dan batin.
Mungkin kalau  aku, aku mungkin seperti Guruminda, aku seorang pohaci yang sedang bertransformasi menjadi ‘lutung’, jadinya lagi tunggu (rezeki) jodoh yang bener-bener punya kegantengan hati super terbaik dari-Nya. *hahaha, sebenernya menghibur hati aja sih.. *jodoh mana jodoh
*now playing :  Maudy Ayunda – Cinta Datang Terlambat*

Enjoy *LaughOutLoud

Selasa, 09 Juli 2013

Just Between Open Project and Microsoft Project

Pembahasan tentang jurusan tercintah nni. Buat lihat pembahasan sebelumnya, pilih dan klik linknya : Pembangunan BerwawasanLingkungan, Sinkhole (1), (video) Sinkhole (2), Transportasi Universitas Negeri Semarang, (tambahan aja) Sejarah Perkerasan Jalan, Tentang Kreteg Wesi – UNNES. Enjoy J

Pembahasan tentang Teknik Super Sip..Teknik Sipil (lagi). Kali ini membahas tentang bagaimana memanajemen suatu proyek dengan intrik-intriknya yang cukup beribet, dan membandingkan antara software OpenProject sama Microsoft Project. So, yuk bahas!

Manajemen Proyek

Adalah semacam perencanaan dalam proyek yang bertujuan untuk membantu dalam mengembangkan rencana, menetapkan sumber daya untuk tugas, pelacakan kemajuan, mengelola anggaran dan menganalisis beban kerja. Keahlian Manajemen yang dibutuhkan dalam Mengelola Proyek, adalah sebagai berikut :
1. Manajemen Jalan dan ilmu Jalan dan Jembatan
2. Manajemen Integrasi
3. Manajemen Cakupan
4. Manajemen Waktu Manajemen
5. Manajemen Pengadaan (Procurement)
6. Manajemen Sumberdaya
7. Manajemen komunikasi
8. Manajemen Mutu
9. Manajemen Biaya
10. Manajemen Resiko
Dengan demikian manajemen proyek adalah penerapan fungsi manajemen yang dilakukan secara sistematis pada proyek tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien sehingga tujuan akhir proyek tepat sasaran dan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Manajemen Proyek Perangkat Lunak (MPPL) adalah aktivitas dalam memanajemen rekayasa perangkat lunak, dimulai sebelum aktivitas teknis di inisialisasi dan berlanjut pada keseluruhan batasan, perkembangan dan pemeliharaan perangkat lunak komputer.
Manajemen Proyek Perangkat Lunak tidak lepas dari 4 faktor yaitu :
1.      Personel (anggota tim / manusia)
2.      Product (perangkat lunak yang akan dibangun)
3.      Process (rancangan kerja pembuatan perangkat lunak)
4.      Project (pekerjaan yang harus segera dilakukan untuk membuat produk yang akan diimplementasikan)
Manusia merupakan faktor yang mempunyai peran penting dalam seksesnya manajemen proyek perangkat lunak. Pentingnya faktor manusia dapat dilihat dari kemampuan management manusia itu sendiri yang berfungsi untuk meningkatkan menyelesaikan masalah dalam organisasi, kinerja management, rancangan kerja dan pengembangan tim.
Personel MPPL adalah terdiri dari :
1.      Manager Senior : pemegang keputusan dalam pembuatan proyek yang akan dibuat.
2.      Manager Proyek : memimpin pembuatan perangkat lunak.
3.      Praktisi : mempunyai bagian untuk mengerjakan Perangkat Lunak
4.      Pelanggan (Klien): menentukan kebutuhan pada perangkat lunak yang dibuat.
5.      Pengguna akhir : orang yang menggunakan perangkat lunak.
Contoh MPPL adalah Microsoft Project dan OpenProject, sebagai berikut akan dijelaskan mengenai keduanya.

Microsoft Project

Microsoft Project adalah program perangkat lunak manajemen proyek, dikembangkan dan dijual oleh Microsoft. Microsoft Project adalah aplikasi ketiga perusahaan Microsoft berbasis Windows, dan dalam beberapa tahun diperkenalkan menjadi perangkat lunak manajemen proyek berbasis PC dominan. saat ini tersedia dalam dua edisi, Standard dan Profesional. Format file proprietary Microsoft Project adalah. Mpp. Microsoft Project dan Microsoft Project Server merupakan landasan dari Office Enterprise Manajemen Proyek (EPM) produk Microsoft. Microsoft Project 2010 memiliki fitur user interface Ribbon. Kelebihan Microsoft Project antara lain :
Menu yang tersedia lebih lengkap, diantaranya adalah tersedianya network planning, task usage, gantt chart dan tracking gantt.
- Mudah didapatkan dipasaran.
- Multy platform.
Kekurangan Microsoft Project antara lain:
-  Diperuntukan untuk single user.
- Walaupun dapat diakses secara bersamaan dalam suatu jaringan tetapi hanya satu user saja yang dapat melakukan pengeditan sehingga user lainya hanya dapat melihat isi file tanpa dapat ikut melakukan pengeditan.
- Pengendalian proyek tidak dapat dilakukan secara efektif, karena memang merupakan single user software.
 Laporan pengembangan proyek tidak dapat diniputkan ketika file sedang dibuka oleh user lain.
- Penggunaan dan interface tergolong relatif kurang user friendly bagi kalangan tertentu, khususnya bagi pelaksana proyek di lini bawah (operating personnel). Sehingga laporan perkembangan proyek yang seharusnya lebih efektif jika diinputkan langsung oleh tenaga kerja yang mengerjakannya seringkali harus diinputkan oleh orang lain yang lebih memahami software ini.
- Setiap user yang membuka file dapat melihat keseluruhan isi file, software tidak dapat membatasi data mana saja yang boleh diedit, diinput, dihapus atau yang hanya boleh dilihat.
- Harus membeli dengan harga yang cukup mahal.

Open Project

Adalah salah satu aplikasi dari Manajemen Proyek berbasis web yang diciptakan oleh tim open-source berasal dari Spanyol dan Jerman, karya Philip Greenspun dari ArsDigita. Frank Bergmann mengambil sistem ini dan menambahkan ekstensi untuk pengelolaan perusahaan penerjemahan pada tahun 2003. Pada tahun 2003 proyek ini diterbitkan di Sourceforge, dan Klaus Hofeditz bergabung dengan tim. Pada tahun 2009 aplikasi telah diperpanjang oleh Service Desk ITSM, Manajemen Konfigurasi Database dan integrasi nagios untuk mendukung proses IT Management. Dukungan masyarakat diberikan melalui forum internet di Sourceforge.net, dukungan profesional disediakan oleh tim inti-Open Project dan lebih dari 40 organisasi layanan TI. Pada Desember 2009, halaman komunitas Proyek-Open memiliki lebih dari 10.000 pengguna terdaftar. Tim Open Project inti saat ini bekerja pada alpha pertama versi 4.0 yang akan didasarkan pada terbaru OpenACS versi 5.6.


Kelebihan open project antara lain:
Mudah didapatkan di internet.
- Dapat diperoleh secara gratis.
 Multy platform.
 OpenProj juga memungkinkan menambah beberapa trik yang tidak ada pada Microsft project.
 Bisa berjalan pada WIndows, Mac, Linux dan Unik dan tentu saja gratis
Kekurangan open project antara lain:
Menu yang tersedia tidak selengkap Ms. Office project.
- Masih berbasis alpha.
 Terkadang terjadi eror saat dijalankan untuk mengakses file tertentu.
- Kerja dari open project lebih berat dari pada Ms. Office project sehingga memerlukan spesifikasi komputer yang lebih tinggi dari pada jika untuk menjalankan Ms. Office project.

Rabu, 12 Juni 2013

Pembangunan Berwawasan Lingkungan



Pembahasan tentang jurusan tercintah lagi. Buat lihat pembahasan sebelumnya, pilih dan klik linknya : Sinkhole (1), (video) Sinkhole (2), Transportasi Universitas Negeri Semarang, (tambahan aja) Sejarah Perkerasan Jalan, Tentang Kreteg Wesi – UNNES. Enjoy J

Apa sih Pembangunan Berwawasan Lingkungan? Istilahnya berat, apaan intinya?

Jadi, Pembangunan Berwawasan Lingkungan atau yang sering dikenal sebagai pembangunan berkelanjutan ini merupakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijakan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
Dari pengertian itu, muncullah tiga hal yang setidaknya perlu diperhatikan dalam pembangunan berwawasan lingkungan tersebut, yaitu : 1.) Pengelolaan SDA yang bijaksana; 2.) Pembangunan berkesinambungan sepanjang masa dan; 3.) Peningkatan kualitas hidup generasi.

Apa tujuannya Pembangunan Berwawasan Lingkungan?

Tujuannya, yaitu : a.) tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup; b.) terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindakan yang melindungi lingkungan hidup; c.) terjaminnya kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang; d.) tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup; e.) terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana; f.) terlindunginya wilayah Indonesia dari pengaruh negatif pembangunan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara.

Terus, apa ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan?

Ciri-ciri tercapai Pembangunan Berwawasan Lingkungan. yaitu : 1.) Menjamin pemerataan dan keadilan. 2.) Menghargai keanekaragaman hayati. 3.) Menggunakan pendekatan integratif. 4.) Menggunakan pandangan jangka panjang.

Sebagai Civil Engineer yang suatu saat melakukan pembangunan proyek-proyek, apakah itu cenderung merusak lingkungan?

Nah, maka dari itu, dalam kegiatan proyek-proyek pembangunan yang berskala besar, sebelum pelaksanaan diwajibkan menyusun suatu Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang telah diatur dalam PP No. 27 Tahun 1999. Amdal merupakan telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting terhadap suatu usaha dan atau kegiatan.

Ada kesempatan untuk menyeleweng nggak?

Kecil. Karena kalau ada proyek yang tidak terdapat dokumen Amdal-nya, maka akan dilakukan audit lingkungan. Audit lingkungan adalah suatu proses evaluasi yang dilakukan oleh penanggung jawab usaha untuk menilai tingkat ketaatan terhadap persyaratan hukum yang berlaku dan kebijaksanaan atau standar yang telah ditetapkan.

Oh gitu, kalau si pembangun sok berkuasa terus dokumen Amdal diseleweng, siapa lagi yang bisa bersuara untuk protes?
Masyarakat dong, apalagi yang ada di sekitar proyek pembangunannya. Indonesia itu negara demokrasi, jadi bebas saja menyuarakan pendapatnya. Perannya malah penting untuk pengawasan adanya pembangunan proyeknya. Hak-hak yang dimiliki masyarakat, yaitu : a.) Setiap orang memiliki hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. b.) Setiap orang memiliki hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup. c.) Setiap orang memiliki hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain hak, masyarakat juga memiliki kewajiban yang porsinya sama dan harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Kewajiban-kewajiban tersebut antara lain sebagai berikut : a.) Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. b.) Setiap orang yang melakukan usaha berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. c.) Masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
I see. I see. I see. Bagaimana Indonesia menurut kamu? Maksudku, apakah Indonesia sudah ber-Pembangunan Berwawasan Lingkungan?
Maybe, not yet. Menurut orang awam seperti saya, pada ciri-cirinya saja yang mengenai ‘pemerataan’, sudah jelas belum tercapai (dari kependudukan, pendapatan per kapita yang berkesenjangan cukup signifikan, dll.). Dan pada point ‘menggunakan pandangan berjangka panjang’, pembangunan Indonesia berjangkakan selama masa pemerintahan kepresidenan, sehingga pencapaian-pencapaian hanya dari visi-misi presiden yang antara satu presiden dengan yang lain bisa saling mempunyai perbedaan tujuan.

I’m sorry if I talk too much and all of that stuff is rubbish. So, you can tell me the truth in comment coloumn. Enjoy, thanks.

Selasa, 09 April 2013

Sepanjang Jembatan Besi Hingga UNNES



Civil Engineering. Ini postingan tugas untuk minggu ke lima, karena diputuskan untuk menulis blog tugas dua minggu sekali. Untuk postingan pertama (minggu ke-2) tentang Sinkhole1, dan Sinkhole 2, dan yang kedua (minggu ke-3) tentang Transportasi Internal UNNES. Sebelum baca tentang ini, mungkin bisa buka dulu postingan Cerita Tentang Perkerasan Jalan. (you can klik underlined  title if you wanna read)

Hi, you.

Postingan kali ini bakal bahas tentang kemolekan jalan dari Jembatan Besi (Kreteg Wesi), Sampangan sampai ke Kampus UNNES tercintah. Apa moleknya? Dengan gelombang-gelombang ala jet coaster gagal? Dengan tanjakan seolah berujung jurang di kanan-kirinya? Halah, makanya kita bakal bahas soal jalan itu.

Apa yang terjadi sih kok jalannya bisa nggak enak gitu?

Dari sepanjang Jembatan Besi, atau kita sebut saja Kreteg Wesi selayaknya nama pasarannya, sampai dengan tepat di Kampus Konservasi, UNNES, di Sekaran, kita tahu jalan tanjakannya tidak enak, jauh dari kata nyaman sebenarnya. Ada sumber mengatakan kalo memang daerah di jalan situ memang mempunyai kondisi tanah yang labil alias tidak stabil. Sehingga ada beberapa aspal yang bergelombang, retak, dan lain-lain. Disini, aku bakal bahas muka aspal di sepanjang jalan itu.

Bentar, mending kamu jelasin dulu tentang aspal itu apa dulu deh biar ngerti. Dan kasih tahu juga yang namanya aspal itu punya sifat apa aja.

Oke.
Aspal itu didefinisikan sebagai material berwarna hitam atau cokelat tua, pada temperature ruang berbentuk padat sampai agak padat. Jika dipanaskan sampai pada temperatur tertentu, aspal bisa menjadi lunak (cair) sehingga dapat membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan aspal beton. Jika temperature mulai turun, maka aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada tempatnya (termoplastis).
Hydrocarbon adalah bahan dasar utama dari aspal yang biasanya disebut bitumen. Aspal yang umumnya dipakai adalah hasil dari destilasi minyak bumi, dan sering pula dari aspal alami dari Pulau Buton.
Jenis aspal sendiri ada dua golongan berdasarkan caranya diperoleh, aspal alami dan aspal buatan. Aspal alami dibedakan atas : aspal gunung, yang misalnya ada pada Pulau Buton, dan aspal danau, yang misalnya ada di Bermuda, Trinidad. Aspal buatan dibedakan atas : aspal minyak bumi yang merupakan hasil dari penyulingan, dan Tar yang merupakan hasil penyulingan batu bara, tetapi aspal ini mudah mengeras, peka dengan temperature, dan beracun.
Sedangkan sifat-sifatnya sebagai fungsinya sebagai perkerasan jalan, yaitu : sebagai bahan pengikat yang memberikan ikatan yang kuat antara aspal dan agregat dan antar aspal itu sendiri dan sebagai bahan pengisi mengisi rongga-rongga antara butir-butir agregat dan pori-pori yang ada dari agregat itu sendiri. Hal ini mengandung indikasi bahwa aspal harus mempunyai daya tahan terhadap cuaca, adhesi dan kohesi yang baik, dan memberikan sifat elastis yang baik.

Okay, sekarang aku kenal secara singkat sama aspal. Sekarang lanjutkan, ada apa aspal di sepanjang jalan dari Kreteg Wesi sampai UNNES?

Jadi, menurut pengamatan penulis dan pengalaman melewati jalannya itu, di sepanjang jalan itu keadaannya adalah sebagai berikut :

Deformasi Plastis (Gelombang)
Jadi ingat mata kuliah tentang mekanika bahan bangunan yang mendeskripsikan tentang Plastis. Saya harap Anda tidak membayangkan wujudnya plastik kresek, terima kasih. Plastis, artiannya adalah suatu keadaan dimana sesuatu sudah melewati batas elastisnya, jadi sesuatu itu sudah tidak bisa, kata orang, mulur. Nah, begitulah yang terjadi deformasi plastis atau bergelombang pada aspal. Penyebabnya biasanya karena aspalnya berlebih dan stabilitas tanah rendah.

Ambles
Ambles di sini lebih kepada ada semacam relungan yang membuat aspalnya tidak rata. Disebabkan oleh konsolidasi daripada tanah lunak/timbunan yang kurang padat, beban lalu lintas yang melampaui rencana, pelaksanaan perkerasan kurang baik, perubahan volume pada material subgrade akibat dari pengaruh lingkungan seperti perubahan kadar air pada tanah lunak, dan penurunan akibat tidak stabilnya timbunan.

Retak
Retak seperti yang kita tahu, bentuknya terpecah-pecah dari yang seharusnya tidak pecah, hehe, definisi sendiri saja sih. Penyebabnya bisa karena lemahnya daya dukung pondasi, perkerasan aspal kurang, aspal sudah getas, adan adanya penyusutan pada tanah dasar (tanah expansive).

Pengelupasan (Delamination)
Jadi aspalnya ada yang mengelupas permukaannya, disebabkan oleh kurang bersihnya atau tidak cukupnya lapisan ikat sebelum dilapisi aus, masuknya air ke dalam lapisan aus, dan melemahnya penyelaputan aspal pada batas lapisan.

Pelepasan Butir
Pelepasan butir ini bentuknya seperti ada beberapa titik-titik yang aspalnya tidak ada, disebabkan oleh kerusakan aspalnya atau agregatnya, aspal yang kurang, kurangnya pemadatan saat pelaksanaan, sifat agregat yang porous, dan basahnya campuran beraspal saat pemadatan.

Lubang-Lubang
Seperti yang bisa dibayangkan saudara-saudara kalau yang dimaksud adalah jalannya berlubang-lubang. Penyebabnya karena tebal lapisan kurang tebal, agregaat kotor, kadar aspal rendah, dan drainase kurang baik.

Gawat juga kalau infrastuktur kota semetropolitan Semarang kayak gitu ya? Seharusnya bagaimana sih untuk membangun jalan, yang kita tahu, transportasi itu penting banget buat sarana kemana-mana?

Sederhana sih, membangunnya juga harus yang baik, benar, dan sesuai aturan. Ada beberapa pemeriksaan aspal kalau ingin jalannya bagus, selain pemeriksaan geologinya juga sih. Pemeriksaan aspal yang dimaksud, seperti : Pemeriksaan Penetrasi Aspal (tingkat kekerasan aspal), Pemeriksaan Titik Lembek/Lunak, Pemeriksaan Kehilangan Berat Aspal, Pemeriksaan Daktilitas (Keuletan) Aspal, dan lain-lain.
Tapi, sempurna itu juga tidak mungkin, jadi kesalahan manusia (yang memang ditakdirin banyak salah) patut dimaklumi. Tapi kalau tidak mencoba semaksimal untuk menjadi sempurna, itu dah kesalahan fatal yang bakal rugi di banyak pihak.

The End.

Thanks for coming and Enjoy my posting! *titik-dua-kurung-tutup*

Minggu, 31 Maret 2013

Cerita tentang Perkerasan Jalan

Hello, everyone!
Sometimes, I was thinking, kenapa jalan dibuat sebegitu kerasnya? Kenapa kalau jatuh dari sepeda motor atau kendaraan lain, kita luka yang minimnya kita dapat luka lecet atau parahnya bisa terluka dalam atau bahkan amnesia? ‘Kan sebenarnya enak kalau jalan jadi empuk, kita bisa main trampolin di jalan, hehe. Halah, jadi, perkerasan jalan itu apa?

Perkerasan Jalan adalah tentang tata cara perencanaan dan pelaksanaan pembuatan lapis perkerasan untuk jalan raya, pemilihan dan pengujian material yang digunakan serta penggunaan peralatan untuk pembangunannya. Definisi lain, perkerasan jalan adalah campuran agregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai ada batu pecah, batu belah, batu kali, dan hasil peleburan baja. Sedangkan bahan ikat yang dipakai ada aspal, semen, dan tanah liat.

Hey, kenapa perkerasan semacam ini perlu? Siapa pencetus adanya teori ini? Bagaimana teori atau apalah ini, bisa menjadi dasar perkembangan manusia? If that questions fly away in your mind, okay, let’s start the short history of  Perkerasan Jalan.

Sejarah jalan pada hakekatnya dimulai bersama dengan sejarah manusia. Pada saat pertama manusia mendiami bumi kita ini, usaha mereka pertama-tama ialah mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka terutama makan dan minum. Karena manusia dan binatang mempunyai kepentingan yang sama, yaitu minum, maka jejak-jejak yang menuju ke danau-danau atau sungai-sungai lebih banyak ditemukan.

JALAN SETAPAK. Setelah manusia berkembang biak dan hidup berkelompok, maka mereka membutuhkan termpat berdiam meskipun hanya sementara. Pada waktu itu jejak-jejak tersebut menjadi jalan setapak atau bila di hutan terkadang disebut “lorong-lorong tikus”. Jalan ini merupakan jalan musiman (seasonal-road). Orang-orang nomaden mempergunakan jalan ini untuk berburu pada musim berburu dan untuk mencari ikan.

SEBELUM MENGENAL HEWAN SEBAGAI ALAT ANGKUT. Setelah manusia diam berkelompok di suatu tempat yang tetap mereka mulai mengenal artinya jarak jauh dan dekat. Maka dalam membuat jalan mereka berusaha mencari jejak yang paling pendek dengan mengatasi rintangan-rintangan yang ada. Misalnya bila melewati tanjakan yang curam, mereka membuat tangga-tangga dan bila melewati tempat-tempat yang berlumpur mereka menaruh batu-batu di sana sini agar bisa melompat-lompat di atasnya.

SETELAH MENGENAL HEWAN SEBAGAI ALAT ANGKUT. Setelah manusia mengenal hewan sebagai alat angkut, maka konstruksi jalan mulai berkembang. Bentuk jalan yang semula bertangga-tangga kemudian mulai dibuat lebih mendatar. Selain itu ditempat-tempat yang jelek, mereka menaruh batu-batu yang disusun secara rapat. Sehingga dengan demikian lahirlah konstruksi perkerasan. Menurut Herodotus pada abad ke-5 bangsa Yunani membuat jalan dari blok-blok batu di Mesir lewat padang pasir untuk mengangkut batu-batu besar guna membuat piramida-piramida. Pada abad ke-12 M bangsa Inca yang hidup di sepanjang pegunungan Andes di pantai Barat Amerika Selatan (Peru, Chili, Argentina) juga membuat perekerasan dari batu-batu blok yang besar-besar. Selain itu, di benua Amerika suku Maya telah membangun kota mereka dengan memakai material bebatuan bersusun dengan berbagai ukuran. Bangunan dari batu ini terlihat kasar namun indah. Menyiratkan suatu bentuk peradaban yang sudah maju dengan sistem tata kota yang teratur, rinci dan detail. Bahkan teknologi pengerasan jalan sudah ditemukan suku ini. Buktinya banyak di situs suku Maya terdapat jalan raya yang lebar, lurus dan panjang yang terbuat dari struktur batu yang rapi. Satu peninggalan berteknologi “modern” yang tersisa dari mereka adalah jalan raya yang menghubungkan Coba dan Yaxuna sejauh seratusan km (62 mil). Semua terbuat dari batu yang dikeraskan dengan bahan kimia (semacam aspal siram). Strukturnya terdiri dari batu besar yang keras di kiri kanan badan jalan dan di tengahnya diisi bebatuan halus, baru disiram dengan bahan kimia tertentu sebagai pelapis atasnya. Semua struktur jalan karya suku Maya memiliki ukuran dengan standar sama yang dibuat dengan detail mengagumkan.

SETELAH MENGENAL KENDARAAN BERODA. Bangsa Romawi mulai abad ke-4 SM sampai abad ke-4 M telah membuat jalan dengan perekerasan ukuran tebal 3- 5 feet (1- 1,7 m) dan lebarnya 35 feet (kurang lebih 12 m).

PADA AKHIR ABAD KE 18. Seorang bangsa Inggris bernama Thomas Telford (1757 – 1834) ahli jembatan lengkung dari batu, menciptakan konstruksi perkerasan jalan yang prinsipnya seperti jembatan lengkung. Prinsip ini menggunakan desakan-desakan dengan menggunakan batu-batu belah yang dipasang berdiri dengan tangan. Konstruksi ini kemudian sangat berkembang dan dikenal dengan sebutan sistem Telford. Pada waktu itu pula Scotsman John London Mc. Adam (1756 – 1836) memperkenalkan konstruksi perekerasan jalan dengan prinsip “tumpang tindih” dengan menggunakan batu-batu pecah dengan ukuran terbesar “3”. Perkerasan sistem ini sangat berhasil dan merupakan prinsip pembuatan jalan secara masinal (dengan mesin). Selanjutnya sistem ini disebut sistem Macadam. Sampai sekarang kedua sistem tersebut masih lazim dipergunakan di daerah-daerah di Indonesia dengan menggabungkannya menjadi sistem Telford-Macadam. Dengan begitu perkerasan jalan untuk bagian bawah menggunakan sistem Telford kemudian untuk perkerasan atas dengan sistem Macadam.

Okay, I hope it can be useful, guys! Enjoy..

Kamis, 28 Maret 2013

Semarang State University and it complicated stuff


01 Januari 2013, menjadi tanggal ketika dimulainya pergerakan konservasi di Universitas Konservasi, Universitas Negeri Semarang. Para dosen, mahasiswa, seluruh warga UNNES digerakkan untuk ‘menyemarakan’ program mulia ini. Siapa yang mau mulai kalau bukan dari kita lebih dahulu?

Jadi apa saja fasilitas yang diberikan UNNES?

Hitam, Rata, dan Diinjak-injak
Can you take a guess? Batuan kecil-kecil yang diberi pelengket yang diratakan, dengan lebar tertentu, dengan panjang mengular sebagai urat nadi yang sangat penting, yang setiap hari malah diinjak-injak oleh semua orang, semua kendaraan, terkena panas, dingin, kering. Tanpa pikir panjang, yap. Jalan.
Jalan aspal hitam ditemui di banyak sudut UNNES, dari Fakultas Bahasa dan Seni hingga Fakultas Teknik. Perbaharuan, pembangunan, penambalan aspal semuanya dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan kelayakan dalam berkendara untuk seluruh warga UNNES. Tetapi, yang agak disayangkan beberapa warga UNNES, jalan-jalan yang terbentang cantik ini mempunyai pengaturan dalam penggunaannya sekarang, ya, konservasi maksud saya.

Jalan Paving Selebar Dua Langkah
Maksud saya adalah trotoar yang terlihat di kiri jalan guna dimanfaatkan untuk keamanan para pejalan kaki. Trotoar ini cukup dimanfaatkan para pejalan kaki, entah dosen, mahasiswa, kariawan, dan warga UNNES lainnya. Tetapi hanya cukup, hanya cukup dimanfaatkan, tidak banyak yang memanfaatkan maksud saya. Kekurangan dari trotoar ini, yang saya lihat di bentangan Gedung Serba Guna hingga Fakultas Teknik, adalah masih kurangnya pepohonan yang dapat meneduhkan para pejalan kaki, ada pula selokan yang dibiarkan berlubang cukup besar sehingga kaki pun bisa terperosok ke dalamnya, ada baiknya diberi perlindungan berupa jeruji-jeruji besi sehingga kemungkinan terperosok semakin sangat kecil terjadi.

Besi Berjalan dan Tempat Bernaungnya
Ini yang cukup mainstream, bus dengan halte penghias trotoar. Keren juga ketika UNNES ada busnya, tapi yaa jangan terlalu gumun, tapi ya memang tidak sedikit juga mahasiswa kurang kerjaan dengan memakai fasilitas ini hanya untuk memutari rute bus, ehem, termasuk saya. Bus berplat merah ini, kurang lebih setiap lima belas menit selalu ada untuk mengangkut para mahasiswa yang menunggu di halte atau berjalan di pinggir jalan, atau trotoar. Armada bus ini kurang lebih berjumlah empat buah dengan bahan bakar yang ditanggung oleh UNNES, mahasiswa juga tidak dipungut biaya untuk menaiki besi berjalan ini. Bus ini beroperasi sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 04.30 sore. Jadi untuk mahasiswa yang kuliah dari pagi sampai sore, tenang, tapi kalau yang kuliah malam, maaf-maaf saja.

Putar Roda, Gowes!
Apalagi kalau bukan sepeda. Sepeda ada dua kasta, untuk dosen dan untuk mahasiswa. Yang diperuntukkan dosen adalah semacam sepeda lipat unyu yang tidak diragukan kualitasnya, dan yang diperuntukkan mahasiswa adalah sepeda dengan deskripsi sebaliknya. Dan, sayang sekali, pemanfaatan sepeda ini menurut saya, kurang.

Are we really ready enough?

Pertanyaan frontal menohok, apakah UNNES sudah cukup siap dengan perubahan semacam ini? Jadi ada beberapa pendapat dari beberapa mahasiswa, berikut jawaban mereka :
NP, FIS.
Belum siap. Lebih kepada parkir yang masih berada di beberapa fakultas yang kuotanya hingga penuh, sedangkan padahal Gedung Serba Guna sendiri sudah dibangun semegah itu. Membuktikan program mulia ini belum terrealisasi.
Dengan maksud bahwa bila sudah ada Gedung Serba Guna (GSG), buat apa masih ada parkir di beberapa fakultas? Fakultas Ilmu Pendidikan sendiri yang sangat dekat dengan GSG masih disediakan parkiran. Bila Fakultas Teknik atau Fakultas Ilmu Keolahragaan mungkin masih dapat ditoleransi karena sangat jauh dari GSG.
RK, FMIPA.
Belum siap, tapi memang membutuhkan proses. Saya juga masih merasa agak tidak efektif dengan parkiran yang berada di beberapa fakultas. Dirumorkan bahwa parkiran di beberapa titik-titik di fakultas menguntungkan pihak dosen yang tidak ingin berjalan jauh dari GSG ke fakultas masing-masing. Padahal fasilitas bus, sepeda yang berkualitas baik, dan halte sudah tersedia.
TY, FMIPA.
Belum siap. Sebenarnya, gedung FMIPA sendiri masih belum maksimal (dalam artian fasilitas-fasilitas pendukung perkuliahan), tetapi malah membangun gedung lain. Mengenai parkir, ribet. Bila berniat terpusat di GSG, yaa, jangan bercabang dan membingungkan mahasiswa yang berujung menjadi tidak efektif. Bus sendiri tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa, ketegasan pemakaian sepeda motor yang kurang mengakibatkan program ini benar-benar kurang terrealisasi.
SOA, FBS.
Belum. Konservasi belum tercapai, terlebih kepada transportasi kampus karena walaupun diberlakukan bebas parkir tetap saja masih ada beberapa fakultas membuka parkir di dalam fakultas. Padahal, sebelumnya saya rasa lebih baik karena udara di dalam kampus tidak tercemar seperti sekarang.
Mengenai bus, sebagian mahasiswa memanfaatkannya, sebagian merasa terganggu karena harus dicegat dan juga dilarang melewati jalan mulus yang diperuntukkan mahasiswa.

Plus-Plus-Minus-Minus
Siapa pun membahas hal-hal yang negatif sangatlah mudah dibanding membicarakan hal-hal yang lebih positif. Apa saja positifnya? Sebenarnya konservasi di UNNES sudah cukup disadari beberapa pihak dengan terpaksa atau senang hati, dan pentingnya konservasi untuk menjaga lingkungan kampus, serta pengendara motor bisa dikatakan lebih teratur dengan hanya berada di tepi UNNES, tanpa ikut menggunakan jalan-jalan urat nadi yang digantikan dengan penggunaan bus yang free-pay. What is the negative? Ada beberapa konsep dari konservasi ini agak menggelitik, yaitu penggunaan bus dengan bahan bakar fosil yang sama saja mencemari udara, apalagi masih banyaknya sepeda motor yang berkeliaran menjadikan transportasi malah tidak menjadi baik, penggunaan sepeda yang minim, kerimbunan pohon untuk pejalan kaki kurang mengakibatkan para pejalan kaki yang memulai perkuliahan menjadi tidak maksimal

Saran
Suatu perubahan yang besar memang sangat sulit terrealisasi. UNNES adalah pelopor yang baik untuk perguruan tinggi yang memperhatikan lingkungan. Secara umum, gerakan ini baik dalam segi persiapan, dan hanya membutuhkan peningkatan kualitas. Secara mendetilnya, gerakan ini cukup cacat di sana-sini. Efektifitas yang masih lemah di penegasan penggunaan kendaraan pribadi, peraturan yang masih longgar, dan kesadaran para warga yang kurang.
Sebelumnya, banyak sesuatu yang baik atau buruk mempunyai resiko. Untuk jadi lebih baik adalah suatu langkah untuk keluar dari safety zone yang tentunya menuju yang lebih baik. Sehingga, saran saya bahwa pengaturan yang tegas itu perlu dan harus diterapkan ke seluruh warga tanpa kecuali. Efektifitas tempat parkir yang tegas, pendahuluan kepentingan perkuliahan, dan perencanaan dan realisasi yang matang dalam perwujudan konservasi.

I’m sorry if I had bad words or like have no attitude, you can leave comment :)