nyeterika masih berlangsung. ibu yang duduk di kursi plastik putih, masih menceritakan riwayat tanteku. seperti yang aku bilang, riwayat tanteku biarlah menjadi misteri bagi anda yang membaca. haha.
ibu bilang bahwa aku itu handal banget masalah 'ngeyelan', itu bahasa jawa yang bila dijabarkan itu hmm 'berpegang teguh sama pendirian, tapi kelewatan pokoknya sampe ngotot-ngotot'.
dan pengalaman itu masih saya hadapi bersama (sayangnya yang sebagai korban adalah) tanteku yang sangat baik itu.
Pengalaman entah menyenangkan atau memilukan hahaha.
Pernikahan tanteku, dimana ada pengikatan janji seorang lelaki yang jadi omku, kepada cewek sebaik tanteku.
dan dirusak oleh anak kecil keriting tengil pake baju monyet berwarna pink dengan polkadot putih yang besar-besar.
apa yang dirusaknya?
ayah ibuku yang ngotot untuk ngajak aku pulang ke Semarang karena pernikahan itu diadakan di Purwokerto, aku dengan keteguhanku, aku nggak ikut. aku mau sama tanteku. kayaknya itu daah kangen teramat sangat.
dan apa yang aku lakukan? aku tidur di kamar yang dihiasi kain serba pink itu.
ortu dah di semarang, bagaimana nasibku?
berimbas ke pakdhe dan budheku.
mereka mengantarkanku ke Semarang dengan menggunakan bis. apakah lancar-lancar saja sobat? oh tidak. aku menuruti panggilan alam di tengah jalan, tepat di celanaku. dan tidak bawa ganti.
dan akhirnya yang jadi ending yang *ehem* indah, aku tidak memakai celana. betapa sexynya saya. >.< sekali seumur idup aja ah.
ibu bilang bahwa aku itu handal banget masalah 'ngeyelan', itu bahasa jawa yang bila dijabarkan itu hmm 'berpegang teguh sama pendirian, tapi kelewatan pokoknya sampe ngotot-ngotot'.
dan pengalaman itu masih saya hadapi bersama (sayangnya yang sebagai korban adalah) tanteku yang sangat baik itu.
Pengalaman entah menyenangkan atau memilukan hahaha.
Pernikahan tanteku, dimana ada pengikatan janji seorang lelaki yang jadi omku, kepada cewek sebaik tanteku.
dan dirusak oleh anak kecil keriting tengil pake baju monyet berwarna pink dengan polkadot putih yang besar-besar.
apa yang dirusaknya?
ayah ibuku yang ngotot untuk ngajak aku pulang ke Semarang karena pernikahan itu diadakan di Purwokerto, aku dengan keteguhanku, aku nggak ikut. aku mau sama tanteku. kayaknya itu daah kangen teramat sangat.
dan apa yang aku lakukan? aku tidur di kamar yang dihiasi kain serba pink itu.
ortu dah di semarang, bagaimana nasibku?
berimbas ke pakdhe dan budheku.
mereka mengantarkanku ke Semarang dengan menggunakan bis. apakah lancar-lancar saja sobat? oh tidak. aku menuruti panggilan alam di tengah jalan, tepat di celanaku. dan tidak bawa ganti.
dan akhirnya yang jadi ending yang *ehem* indah, aku tidak memakai celana. betapa sexynya saya. >.< sekali seumur idup aja ah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar