Jadi kegiatan minggu yang *ehem* menyenangkan adalah menyeterika. sungguh banyak emosi ketika melakukan kegiatan itu. tapi lebih banyak marahya karena setrikanya panas *maksudnya?
sudahlah lupakan. cuma kemaren abis ashar, aku nyetrika seperti biasa (yang ga biasa adalah kalo ibu yang nyetrika, ga enaknya minta ampun). di pakaian akhir-akhir, ya pokoknya mau abis pakaiannya yang mau digosok, aku sama ibuku tercinta ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul (baca : nggak genah). dari yang dulu tetangga kami ke Jepang tanpa lewat urusan tenaga kerja dan ke Jepang dengan ongkos 12 juta, temenku yang kuliah di Jerman, dan sampai kepada cerita masa kecilku.
Ibuku menceritakan perjuangan tanteku, tapi aku mau nyeritain masa kecilku aja. itu kan urusan pribadinya tanteku, ntar aku kudu bayar royalty dong ke tanteku kalo aku ceritain *ribet!haha
Aku punya tante yang sekarang jadi seorang guru di Pemalang. dan dulu Tanteku it yang sering aku panggil Lik Nur, karena memang adik dari Bapakku. Nah Lik Nur ini dulu kuliah di Semarang, di salah satu universitas yang ada PGSDnya, nggak mau sebut merk ah. hehe.
Aku cukup deket dengan Tanteku itu. Sampe-sampe saya dulu pernah diajak ke salah satu SD, lupa nama daerahnya apa, tapi masih kebayang SDnya kayak apa. waktu itu ngajar di SDnya masih di Semarang. dan umurku kurang lebih 3 tahun, unyu banget >.<
masi inget sama baju biru yang (sumpah) unyu banget. dan sexy bangetlah bajunya, pemberian tanteku emang. atasnya tanktop, bawahnya celana pendek (banget), sama topi yang disangkutin di dagu. warnanya semuanya itu biru da ada polkadot putihnya. sepatunya ga kalah unyu pokoknya (lupa).
aku inget pas aku pegang lolipop di luar kelas, kelas dimana tanteku lagi ngajar. (aku ga bisa bayangin betapa unyunya aku >.< narsis dikitlaaah). aku yang mungil umur tiga tahun nggak tau kali ya aku lagi dimana. dan semuanya itu nggak tek peduliin. masih kecil cuy.
aku ngintip-ngintip tanteku yang lagi ngajar, eh, (seingetku) ada yang godain.aku tanggepi dan dia ketawa. aku diganden tanteku, diajak ke dalam kelas. dan dari mata anak kecilku aku cuma liat anak pake baju putih-merah yang cukup besar karena memang mereka kelas 6 SD. entah aku membanyol dengan ekspresi apa, mereka tertawa (nggak terbayang betapa unyunya aku). dan segitu doang ingetnya. mungkin pas itu bapak-ibu lagi kerja dua-duanya jadi aku diajak ke SDnya tanteku. hihihi.
dan baju yang aku ceritain itu, baju favoritku, masih berbekas.
di pipi sebelah kanan.
.......suatu siang yang cerah (ceilaaah), lagi main berdua sama kakakku, Isna. tapi karena lebih asik dengan tali karet yang buat lompat tali, dengan kedua sisi dikaitkan ke tiang di rumah. akhirnya mataku melayang, menuju pohon jambu depan rumah.
seperti yang anada bisa tebak (kalo anda menebak), aku yang masih kecil, belum TK, menaiki pohon jambu yang kokoh itu (dan terakhir ke semarang itu masih ada).aku naik, kakakku ngurusin tali. aku terus naik, nggak taulah kakakku sempet noleh apa nggak. aku terus naik dan sumpah (seingetku) kakakku nggak nglarang. dan akhirnya sampai cabang pertama. untuk yang pertama kalinya. aku menaiki pohon. yeaaahhh!
"Mbak aku bisa, aku bisa, aku bisa," aku berteriak ke kakakku yang masih sibuk dengan karet-karet itu. lupa dia sempet noleh apa ga. *tega banget sumpah!*
aku tertawa sendiri dengan mengangkat kedua tangan kecilku ke atas. senang.
masalah datang pas aku bingung turunnya gimana. shock karena ketinggian. panik? jelas.
pikiran yang nggak tahu darimana datang, pikiran itu mengingatkan bahwa kalo kakakku turun dari pohon itu biasanya loncat aja dari cabang pertama itu, karena memang tingginya paling satu meter doang.
dan 'loncat' jadi keputusan.
dan aku memasang kuda-kuda untuk loncat. dan tanpa mengucapkan basmalah...hup!
SREEETTTTT! BUGG!
Pecah sudah tangisku. pipi kanan mendarat sukses di tanah. darah mengalir dari dalam mulut. kakakku berlari memanggil Ibu.
aku menangis sejadinya, kumur-kumr menghilangkan darah yang terus mengalir sambil menangis sejadinya.
apa yang terjadi?
celanaku tersangkut paku yang nongol di pohon, dan celanaku yang tersangkut itu membuat bukan kaki yang mendarat tapi wajah duluan. bagian dalam pipi tergigit jadi sobek dan mengeluarkan darah, di pipi bagian luar ada luka juga.
dan luka itu yang mengingatkan aku pada baju favorit biru berpolkadot putih kecil-kecil itu... :(
sudahlah lupakan. cuma kemaren abis ashar, aku nyetrika seperti biasa (yang ga biasa adalah kalo ibu yang nyetrika, ga enaknya minta ampun). di pakaian akhir-akhir, ya pokoknya mau abis pakaiannya yang mau digosok, aku sama ibuku tercinta ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul (baca : nggak genah). dari yang dulu tetangga kami ke Jepang tanpa lewat urusan tenaga kerja dan ke Jepang dengan ongkos 12 juta, temenku yang kuliah di Jerman, dan sampai kepada cerita masa kecilku.
Ibuku menceritakan perjuangan tanteku, tapi aku mau nyeritain masa kecilku aja. itu kan urusan pribadinya tanteku, ntar aku kudu bayar royalty dong ke tanteku kalo aku ceritain *ribet!haha
Aku punya tante yang sekarang jadi seorang guru di Pemalang. dan dulu Tanteku it yang sering aku panggil Lik Nur, karena memang adik dari Bapakku. Nah Lik Nur ini dulu kuliah di Semarang, di salah satu universitas yang ada PGSDnya, nggak mau sebut merk ah. hehe.
Aku cukup deket dengan Tanteku itu. Sampe-sampe saya dulu pernah diajak ke salah satu SD, lupa nama daerahnya apa, tapi masih kebayang SDnya kayak apa. waktu itu ngajar di SDnya masih di Semarang. dan umurku kurang lebih 3 tahun, unyu banget >.<
masi inget sama baju biru yang (sumpah) unyu banget. dan sexy bangetlah bajunya, pemberian tanteku emang. atasnya tanktop, bawahnya celana pendek (banget), sama topi yang disangkutin di dagu. warnanya semuanya itu biru da ada polkadot putihnya. sepatunya ga kalah unyu pokoknya (lupa).
aku inget pas aku pegang lolipop di luar kelas, kelas dimana tanteku lagi ngajar. (aku ga bisa bayangin betapa unyunya aku >.< narsis dikitlaaah). aku yang mungil umur tiga tahun nggak tau kali ya aku lagi dimana. dan semuanya itu nggak tek peduliin. masih kecil cuy.
aku ngintip-ngintip tanteku yang lagi ngajar, eh, (seingetku) ada yang godain.aku tanggepi dan dia ketawa. aku diganden tanteku, diajak ke dalam kelas. dan dari mata anak kecilku aku cuma liat anak pake baju putih-merah yang cukup besar karena memang mereka kelas 6 SD. entah aku membanyol dengan ekspresi apa, mereka tertawa (nggak terbayang betapa unyunya aku). dan segitu doang ingetnya. mungkin pas itu bapak-ibu lagi kerja dua-duanya jadi aku diajak ke SDnya tanteku. hihihi.
dan baju yang aku ceritain itu, baju favoritku, masih berbekas.
di pipi sebelah kanan.
.......suatu siang yang cerah (ceilaaah), lagi main berdua sama kakakku, Isna. tapi karena lebih asik dengan tali karet yang buat lompat tali, dengan kedua sisi dikaitkan ke tiang di rumah. akhirnya mataku melayang, menuju pohon jambu depan rumah.
seperti yang anada bisa tebak (kalo anda menebak), aku yang masih kecil, belum TK, menaiki pohon jambu yang kokoh itu (dan terakhir ke semarang itu masih ada).aku naik, kakakku ngurusin tali. aku terus naik, nggak taulah kakakku sempet noleh apa nggak. aku terus naik dan sumpah (seingetku) kakakku nggak nglarang. dan akhirnya sampai cabang pertama. untuk yang pertama kalinya. aku menaiki pohon. yeaaahhh!
"Mbak aku bisa, aku bisa, aku bisa," aku berteriak ke kakakku yang masih sibuk dengan karet-karet itu. lupa dia sempet noleh apa ga. *tega banget sumpah!*
aku tertawa sendiri dengan mengangkat kedua tangan kecilku ke atas. senang.
masalah datang pas aku bingung turunnya gimana. shock karena ketinggian. panik? jelas.
pikiran yang nggak tahu darimana datang, pikiran itu mengingatkan bahwa kalo kakakku turun dari pohon itu biasanya loncat aja dari cabang pertama itu, karena memang tingginya paling satu meter doang.
dan 'loncat' jadi keputusan.
dan aku memasang kuda-kuda untuk loncat. dan tanpa mengucapkan basmalah...hup!
SREEETTTTT! BUGG!
Pecah sudah tangisku. pipi kanan mendarat sukses di tanah. darah mengalir dari dalam mulut. kakakku berlari memanggil Ibu.
aku menangis sejadinya, kumur-kumr menghilangkan darah yang terus mengalir sambil menangis sejadinya.
apa yang terjadi?
celanaku tersangkut paku yang nongol di pohon, dan celanaku yang tersangkut itu membuat bukan kaki yang mendarat tapi wajah duluan. bagian dalam pipi tergigit jadi sobek dan mengeluarkan darah, di pipi bagian luar ada luka juga.
dan luka itu yang mengingatkan aku pada baju favorit biru berpolkadot putih kecil-kecil itu... :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar