Manusia Setengah Salmon
“Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu
hal yang pasti…”
Perpindahan pasti memang bakal
terjadi, tapi sebagai manusia, kita bahkan tidak menyangka sebelumnya, kapan
akan terjadi perpindahan itu.
Ya, sudah disangka, perpindahan
itu ada yang ditinggalkan dan yang didatangi. Meninggalkan sesuatu yang dipaksa
atau tidak, berbekas atau tidak, senang atau sedih, entah pahit, masam, manis,
semua itu ditinggalkan dan diambil pembelajarannya. Dan mendatangi sesuatu yang
baru, sesuatu yang misterius yang di dalamnya entah bagus, jelek, mengejutkan,
atau menakutkan. Semua itu tergantung kita, pembawaan dan adaptasi.
Pembawaan dan adaptasi, itu
berkaitan cukup erat dengan istilah sekarang, yaitu Move On.
Move On itu kadang susah, kadang gampang. Susah kalo yang
ditinggalkan itu ‘nyesek’, gampang kalo ‘biasa saja’. Kalo yang ‘biasa saja’,
kita bakal dengan senang hati dan membuka hati lebar-lebar. Tapi kalo sesuatu
yang ‘nyesek’ akan dihantui masa lalu, masa kenangan manis ‘tempat’ yang
ditinggalkan, dan berimbas pada pembawaan yang akan menutup diri atau hati.
Contohnya, ketika kamu pindah ke rumah baru, kamu akan merasa rumah itu kurang
nyaman dan selalu membandingkan dengan rumah lama yang ditinggalkan. Dan contoh
lainnya, masalah hati, ketika hati masih memikirkan kenangan lama dan orang
yang lama, apa yang akan hati perbuat? Segala kesempatan akan terbuang. Segala
macam orang (tentunya yang lawan jenis, kalau Anda penyuka sesama jenis,
terserah anggapan Anda saja) yang akan mendekati dan mencoba untuk lebih tahu
tentang Anda, akan Anda bandingkan dengan orang lama. Dan apa yang Anda
lakukan? Anda tidak akan membuka hati. *kayak ngomong ke diri sendiri*
“Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi
sesuatu yang mengikutinya. Kita sering berpikir ini adalah perpisahan sehingga
merasa sedih melepas hal-hal yang diakrabi, hal-hal yang selama ini membuat
kita senang dan nyaman. Akhirnya, melakukan perpindahan ke tempat baru membuat
kita dihantui rasa cemas. Apakah akan sama enaknya? Apakah akan sama
menyenangkan? Apakah akan lebih baik?
Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih kita tak bias hanya bertahan
di tempat yang sama. Tidak ada kehiupan lebih baik yang bias didapatkan tanpa
melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut
pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan, rela mati di
tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.”
Anda harus tahu, bahwa Anda,
harus pindah. Harus.
“Intinya begini : setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan
arus sungai, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Beberapa spesies,
seperti Snake River Salmon bahkan berenang sepanjang 1448 kilometer lebih, dua kali
lipat jarak Jakarta-Surabaya. Gue baru berenang satu meter saja sudah
mengambang.
Perjalanan salmon-salmon ini tidak gampang.
Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan. Banyak juga yang
menjadi santapan beruang yang menunggu di daerah-daerah dangkal. Namun,
salmon-salmon ini tetap pergi, tetap pindah, apa pun yang terjadi.”
Jadi, mau kalahkah Anda dengan
Salmon? Untuk Anda (dan Saya), Move On (^.^)9
Saya kenal seorang perempuan, dia
itu gokil walau kadang menyebalkan, baik walau kadang kurang peka, cantik walau
kadang dia tidak tahu, dan dia sangat pandai merangkai kata daripada merangkai
nada. *peace!
Saya mengatakan ini kepada dia
ketika saya (di dalam hati, dalam diri saya sendiri) mengutuki diri sendiri dan
sangat miskin mengatakan syukur, “Do you
have some tips for meet ‘reality’(when your dreams, plans not to be come true)?”
Dan dengan rangkaian kata-katanya
lewat pesan, dia menjawab,”ya mungkin itu tujuannya kita punya banyak mimpi,
jadi nanti kalo satu keinginan belum tercapai, masih ada keinginan lain yang
belum tercapai hahaha. Cuman manusia yang emang gampang ngeluh, kalo ada satu
keinginan nggak tercapai, they thinks
that the world is over. Seolah-olah nggak ada kenikmatan lain yang
disediain Tuhan di dunia buat dia.”
Saya diam untuk beberapa saat,
mengahayati every piece her words.
Dan saya bersyukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar